-->

Senin, 05 Maret 2012

Ganti Untung Tertunda

  Banajarbaru. 1titik.com. Ganti untung harga  pembebasan tanah dalam rangka pembangunan kawasan Bandara Syamsuddin Noor pada 1 Maret 2012 belum menemukan titik kesepakatan sehingga negosiasi ditunda.
     Negosiasi yang hanya diperuntukan bagi warga Kelurahan Guntung Payung tersebut berlangsung demokratis, tetapi warga belum menyetujui harga yang ditawarkan oleh Panitia Pembebasan lahan.     
     "Kami tidak setuju dengan harga NJOP yang dibacakan tadi, sehingga kami perlu waktu untuk berunding dalam rangka menetapkan harga", ucap Bakrie, salah seorang warga Guntung Payung di Aula Linggangan Intan DPRD Kota Banjarbaru.
     Pada awal negosiasi yang dipandu oleh Ketua Panitia Pembebasan Lahan, ditawarkan harga sebesar Rp. 114.000,-/meter tanah kosong sedangkan tanah perumahan sebesar Rp. 125.000,-/meter dan Rp. 1.000.000,-/meter bersama dengan bangunannya.
     Harga yang ditawarkan  dirasa kurang bagi warga. Hal tersebut dikarenakan biaya untuk membangun rumah saat ini jauh lebih besar akibat harga bahan bangunan tinggi dan terdapat biaya tambahan untuk menimbun tanah rawa.
     "Kami meminta Rp. 1.000.000/meter untuk tanah kosong pada klasifikasi perumahan karena warga di  BTN harus mengembalikan sisa hutang pada bank dan membeli rumah kembali", ujar M. Rais Barata, salah seorang warga di perumahan tersebut.
     Untuk merespon tanggapan warga akhirnya panitia pembebasan lahan membacakan penawaran harga yang ditetapkan tim independen yang terdiri dari Kejaksaan, Kepolisian, dan rekomendasi dari BPN pusat.
     Panitia Pembebasan lahan  mengklasifikasikan tanah yang akan dibebaskan ke dalam 3 bagian yaitu tanah kosong, perumahan, dan pemukiman.Untuk Klasifikasi perumahan seluas 13.729 Ha ditawarkan harga Rp. 214.000, sedangkan untuk klasifikasi pemukiman seluas 14.720 Ha ditawarkan harga Rp.166.000,-/m, dan untuk tanah kosong seluas 217.000 ditawarkan harga Rp. 124.000,-/m.
     selain itu, juga dibacakan harga bangunan oleh panitia yang ditetapkan berdasarkan ketentuan PU dan Sk Walikota. Harga bangunan tersebut juga diklasifikasikan menjadi tiga yaitu permanen, semi permanen, dan non permanen.
     Bangunan permanen ditawarkan harga sebesar Rp. 1.575.700/m, untuk semi permanen sebesar Rp. 1.513.000/m, dan untuk non permanen ditawarkan harga Rp. 1.135.000/m.
     Meskipun harga dari tim independen telah dibuka, warga belum juga menyetujui penawaran terebut sehingga Ketua Panitia memberikan waktu untuk berunding.
     "karena belum ada kesepakatan, kami memberikan waktu kepada warga sekalian untuk berunding dan dilanjutkan keesokan harinya," ucap Syahriani, Ketua Panitia Pembebasan lahan.
    

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Macys Printable Coupons